Senin, 20 Maret 2017

Sekelumit Kisah Perjalanan Ke Taman Nasional Baluran


Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia
yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi
(sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil
dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Gerbang untuk
masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55'17.76"S dan
114°23'15.27"E. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana,
hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa
dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi
kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.

Sejarah
Sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu kebangsaan Belanda
yang memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit,
pernah singgah di Baluran. Dia telah menaruh perhatian dan meyakini bahwa
Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa, khususnya jenis
mamalia besar.

Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun
Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung. Pada
tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka
Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No.
544.

Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai Suaka
Margasatwa oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962. Pada tanggal 6 Maret 1980,
bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran
oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai Taman Nasional.[2]

Luas Kawasan
Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-VI/1997 tanggal 23 Mei
1997 kawasan TN Baluran ditetapkan memiliki luas sebesar 25.000 Ha.

Sesuai dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut dibagi menjadi
beberapa zona berdasarkan SK. Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13
Desember 1999 yang terdiri dari:[2]

zona inti seluas 12.000 Ha.
zona rimba seluas 5.537 ha (perairan = 1.063 Ha dan daratan = 4.574
Ha).
zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha.
zona pemanfaatan khusus dengan luas 5.780 Ha, dan zona rehabilitasi
seluas 783 Ha.

Vegetasi
Taman Nasional ini memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan dan di
antaranya merupakan tumbuhan asli yang khas dan mampu beradaptasi dalam kondisi
yang sangat kering. Tumbuhan khas tersebut adalah:
Widoro bukol (Ziziphus rotundifolia)
Mimba (Azadirachta indica)
Pilang (Acacia leucophloea)

Tumbuhan lainnya antara lain:
Asam jawa (Tamarindus indica)
Gadung (Dioscorea hispida)
Kemiri (Aleurites moluccana)
Gebang (Corypha utan)
Api-api (Avicennia sp.)
Kendal (Cordia obliqua)
Salam (Syzygium polyanthum)
Kepuh (Sterculia foetida)

Satwa
Di Taman Nasional ini terdapat 26 jenis mamalia, di antaranya adalah:
Banteng (Bos javanicus javanicus)
Kerbau liar (Bubalus bubalis)
Ajag (Cuon alpinus javanicus)
Kijang (Muntiacus muntjak muntjak)
Rusa (Cervus timorensis russa)
Macan tutul (Panthera pardus melas)
Kancil (Tragulus javanicus pelandoc)
Kucing bakau (Prionailurus viverrinus)
Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung, di antaranya termasuk
burung langka seperti:
Layang-layang api (Hirundo rustica)
Tuwuk asia (Eudynamys scolopacea)
Burung merak (Pavo muticus)
Ayam hutan merah (Gallus gallus)
Kangkareng (Anthracoceros convecus)
Burung rangkong (Buceros rhinoceros)
bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus)

Taman nasional ini dibagi menjadi beberapa pos pengamatan. Pos di
Taman Nasional ini antara lain:
Batangan.
Di sini terdapat peninggalan sejarah berupa goa Jepang, makam putra
Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin (antara
bulan Oktober/November) dan berkemah. Fasilitas yang ada di sini antara lain
pusat informasi dan bumi perkemahan.

Bekol dan Semiang.
Di sini terdapat fasilitas pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak,
rusa, kijang, banteng, kerbau liar, dan burung. Fasilitas yang adadi sini
antara lain wisma peneliti, wisma tamu, dan menara pandang.

Bama, Balanan, dan Bilik.
Di sini merupakan lokasi wisata bahari, lokasi memancing, menyelam/snorkeling,
dan atraksi perkelahian antar rusa jantan (pada bulan Juli/Agustus) dan atraksi
kawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat
air laut surut.

Manting, dan Air Kacip.
Di sini terdapat sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun,
dan merupakan habitat macan tutul.

Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo.
Di sini terdapat fasilitas untuk naik sampan di laut yang tenang,
melihat berbagai jenis ikan hias, dan lokasi pengamatan burung migran.

Curah Tangis.
Di sini terdapat fasilitas untuk kegiatan panjat tebing dengan tinggi
10-30 meter, dan kemiringan sampai 85%.

Musim kunjungan terbaik adalah bulan Maret s/d Agustus setiap
tahunnya.
Harga hari biasa yakni Senin – Jum’at
• Wisatawan Domestik: Rp 15.000
• Wisatawan Asing: Rp 150.000

Sedangkan untuk parkir kendaraan sebagai berikut;
• Kendaraan Roda 2 Rp 5.000
• Kendaraan Roda 4 Rp 10.000
• Kendaraan Roda 6 Rp 50.000

Harga hari Minggu dan tanggal merah (hari libur)
• Wisatawan Domestik: Rp 17.500
• Wisatawan Asing: Rp 225.000

Biaya parkir;
• Kendaraan Roda 2: Rp 7.500
• Kendaraan Roda 4: Rp 15.000
• Kendaraan Roda 6: Rp 75.000


Banyak yang mencari informasi tentang:
taman nasional baluran, biaya masuk taman nasional baluran, pantai
baluran, taman nasional baluran melindungi hewan, hutan baluran angker, taman
nasional alas purwo, backpacker ke baluran, paket wisata baluran, baluran
national park, harga tiket masuk pantai bama, pantai bama baluran, tiket masuk
baluran 2017, penginapan di baluran, tiket masuk kawah ijen, objek wisata
baluran, paket wisata baluran, backpacker ke baluran, penginapan di pantai bama
baluran, pantai bama snorkeling, tiket masuk pantai bama, rute pantai bama,
pantai bama kabupaten situbondo, jawa timur, tiket masuk taman nasional
baluran, taman nasional baluran kabupaten situbondo, jawa timur, sejarah pantai
bama, taman nasional baluran banyuwangi, tiket masuk baluran national park,
pantai baluran, biaya masuk taman nasional baluran, taman nasional baluran
melindungi hewan, hutan baluran angker, backpacker ke baluran, paket wisata
baluran, tips backpacker ke banyuwangi, backpacker ke banyuwangi dari jakarta,
backpacker ke kawah ijen dari jakarta, backpacker ke banyuwangi dari surabaya,
backpacker ke banyuwangi dari jogja, backpacker ke baluran dari jakarta, biaya
backpacker ke kawah ijen, backpacker ke kawah ijen dari jogja,

sumber. https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Baluran



2 komentar: